Monday, October 31, 2016

Dakwah wa tabligh - Nasihat tiga Hadratji Maulana Muhammad Ilyas rah.a -

Bismillahirrahmanirrahiim

Pada suatu majelis Hadratji Maulana Muhammad Ilyas rah.a. berkata, "Ketika berdakwah dan bertabligh, hendaknya hati kita selalu bertawajuh kepada Allah S.w.t. dan jangan sampai hati kita hanya bertawajuh kepada orang yang sedang kita hadapi. Saat itu hati kita hendaklah merasa bahwa kita bukan sedang menjalankan tugas pribadi. Hendaklah kita merasa bahwa kita sedang dalam perintah Allah dan sedang keluar untuk menjalankan tugas-Nya. Dan taufik atas orang-orang yang sedang kita hadapi, pun berada dalam genggaman kekuasaan-Nya saja. Apabila kita berpikir demikian, Insya Allah tidak akan terjadi kesalahpahaman pada lawan bicara kita. Mereka tidak akan marah dan tidak akan berputus asa."

Hadratji Maulana Muhammad Ilyas rah.a, berkata "Suatu kebiasaan yang sangat keliru adalah, bila ada orang yang mengikuti ajakan kita, kemudian kita menganggapnya sebagai keberhasilan kita. Dan bila tidak ada orang yang mengikuti ajakan kita, maka kita menganggap bahwa usaha kita gagal. Anggapan seperti ini adalah sangat keliru. Orang lain ikut atau tidak, adalah amalan mereka masing-masing. Mengapa kita mengatakan berhasil dan tidak berhasil atas perbuatan orang lain? Keberhasilan kita adalah jika kita menyempurnakan kerja kita.

Sekarang apabila orang lain tidak mau mentaati kita, maka itu adalah kerugiannya sendiri. Mengapa kita merasa tidak berhasil, hanya karena mereka tidak taat? Orang-orang lupa, mereka merasa bahwa memaksa orang lain (pada hakekatnya adalah pekerjaan Allah S.w.t.) adalah pekerjaan dan tanggung jawab kita. Padahal tanggung jawab kita adalah mengajak mereka ke jalan yang benar. dan para Nabi pun tidak diberi tugas untuk memaksa orang lain."

Ya, apabila orang lain menolak ikut, hendaknya kita mengambil pelajaran darinya. Mungkin usaha kita terlalu lemah, atau kita belum menunaikan hak mereka dengan sempurna, sehingga Allah tunjukkan hasilnya seperti itu. Setelah itu, hendaknya kita tingkatkan mutu kerja dan selalu berdo'a kepada Allah, memohon taufik agar dapat berusaha dengan sungguh-sungguh dan lebih meningkat lagi.

Niat amal dan sampaikan

Sunday, October 30, 2016

Dakwah wa tabligh - Nasihat tiga Hadratji Maulana Muhammad Ilyas rah.a -

Bismillahirrahmanirrahiim

Dalam suatu majelis Hadratji Maulana Muhammad Ilyas rah.a berkata, "Orang-orang lama kita hendaknya benar-benar mengingat, bahwa bila dakwahnya tidak diterima atau bahkan mendapat makian dan fitnah, hendaklah ia jangan berputus asa atau kecewa. Dalam keadaan seperti itu, ingatlah bahwa demikianlah sunnah dan warisan istimewa para nabi, khususnya Rasulullah S.a.w. Tidak semua orang mendapatkan ujian dan dihina dijalan Allah. Dan sebaliknya apabila di suatu tempat mendapat sambutan, dan dimuliakan pembicaraannya, didengarkan dengan penuh minat, maka pahamilah bahwa itu adalah semata-mata karunia Allah. Jangan sekali-kali kita tidak menghargainya. Dan berkhidmat serta memberi ta'lim kepada para pelajar, hendaklah disyukuri secara khusus, walaupun mereka dianggap dari kalangan bawah.

Dengan ayat berikut ini;
 "Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling karena telah datang seorang yang buta kepadanya." ('Abasa : 1-2)

Berarti kita telah diberi pelajaran.
Ya, hendaknya kita senantiasa merasa takut atas tipuan nafsu. Jangan sampai nafsu membisikkan penerimaan dan permintaan mereka itu adalah kesempurnaan diri kita. Jadi, kehebatan diri kita juga suatu fitnah yang sangat berbahaya. Oleh sebab itu, hendaklah lebih berhati-hati dari fitnah ini."

Dalam sebuah majelis Hadratji Maulana Muhammad Ilyas rah.a. berkata, "Pahamkanlah kepada orang-orang lama, bahwa kita jangan sampai meminta musibah dan kesusahan kepada Allah S.w.t. (Seorang hamba hendaknya selalu meminta afiat dari Allah). Tetapi bila mendapat suatu musibah di jalan Allah, pahamilah bahwa itu adalah penyebab rahmat turun dan penyebab keburukan-keburukan kita terhapus, juga penyebab derajat kita diangkat. Segala musibah dan kesusahan di jalan Allah Ta'ala adalah makanan istimewa para Nabi,shiddiqin,muqorobin."

Niat amal dan sampaikan