Tuesday, September 29, 2015

Dakwah wa Tabligh - Kelalaian Pondok-pondok pesantren "Malfuzhat Hadratji Maulana Muhammad Ilyas Rah.a" -

Bismillahirrahmanirrahiim..

Hadratji Maulana Muhammad Ilyas rah.a. berkata, "Para pelajar yang telah lulus dari pondok-pondok atau madrasah, kadangkala ikut ujian universitas (negeri). Kita tidak menyadari bahaya dan kerugian hal itu. Ujian-ujian pada umumnya dilaksanakan untuk mencari pekerjaan di sekolah-sekolah negeri, sehingga seakan-akan pemerintah kafir menggunakan lulusan pondok untuk kepentingan sekolahnya.
Dengan demikian, para pelajar yang lulus lalu mengikuti ujian tersebut, berarti ia telah membantu orang-orang kafir. Bahkan sebelum menerima upah dari mereka, hendaknya dipikirkan, bahwa ilmu agama yang didapat telah salah penggunaannya, yaitu dengan membantu pengajaran ta'lim kepada orang kafir. Dapat dipahami bahwa dengan mengikuti ujian negeri, hal itu dapat menyebabkan terputus hubungan dengan Allah Ta'ala serta RasulNya.
Dan memulai hubungan dengan pemerintahan kafir adalah sangat berbahaya.
"kerja yang dikerjakannya malah menghancurkan dirinya"

Hadratji Maulana Ilyas rah.a ditanya seseorang, "Mengapa orang Islam tidak dapat mengatur pemerintahan dan kekuasaan?" Beliau berkata, "Apabila perintah Allah Ta'ala dan larangan-laranganNya Allah Ta'ala tidak diamalkan pada dirinya, bagaimana urusan dunia dapat diserahkan kepada mereka? Kehendak Allah Ta'ala memberikan pemerintahan kepada dunia ini kepada orang Islam, agar orang-orang Islam menegakkan perintah Allah Ta'ala didunia ini. Apabila kalian sekarang diserahi pemerintahan apakah kalian dapat menunaikan kehendak Allah Ta'ala tersebut.

Mari niat amal dan sampaikan

Saturday, September 26, 2015

Dakwah wa Tabligh - Kelalaian Pondok-pondok pesantren "Malfuzhat Hadratji Maulana Muhammad Ilyas Rah.a" -

Bismillahirrahmanirrahiim....

Hadratji Maulana Muhammad Ilyas rah.a berkata. "Pondok-pondok pesantren secara umum memiliki kelalaian dan kekhilafan. Mereka memang telah diajar dengan beberapa ilmu, namun mereka lupa menekankan maksud sebenarnya dari belajar tersebut, yaitu agar dapat terjun berkhidmat kepada agama dan mendakwahi manusia kepada Allah Ta'ala. Akibat dari kelalaian ini, setelah pelajar itu selesai belajar di pesantren, mereka bertujuan mencari keduniaan atau menjadi pegawai atau ikut ujian di sekolah-sekolah umum untuk mencari pekerjaan duniawi (uang). Dengan demikian, seluruh waktu, tenaga, usaha, biaya yang telah dikeluarkan untuk mencapai maksud belajar ilmu yang sesungguhnya hilang seketika. Bahkan tidak sedikit yang akhirnya ikut bekerja sama dengan musuh-musuh agama.

Oleh sebab itu, kita hendaknya jangan berpikir untuk mengajari ilmu pengetahuan saja, tetapi juga mengarahkan mereka setelah selesai belajar agar siap berkhidmat kepada agama dan mengamalkan perintah agama. Seandainya kita menanam benih, dan tidak berhasil, maka itu adalah suatu kerugian. Tetapi bila kita berhasil dalam pembenihan, kemudian hasilnya untuk membantu musuh-musuh Islam, maka ini merupakan kerugian yang sangat besar."

Niat amal dan sampaikan...