Bismillahirrahmanirrahiim...
setetes hidayah untuk Rumania ...
kisah perjalanan dakwah satu jamaah dari UK England ini dikargozarikan kembali oleh seorang sahabat sathi dari india yang sering membantu saya memposting beberapa artikel informasi dakwah dari beberapa negara didunia ... , dikarenakan panjang nya kargozari ini saya coba untuk merangkum dan mentranslatenya ke bahasa indonesia ... InsyaAllah ,
6 orang jamaah dari Inggris atau UK England dikirim dari markas dakwah Dewsbury London ke Rumania .. , negeri yang puluhan dasawarsa menganut faham komunis ... , mereka mendarat di Bucharest beberapa bulan sebelum ramadhan tahun ini , setibanya mereka lansung buat kerja di Cringraz Masjid Rahma di kota tersebut selama 4 hari ... , 90 persen penduduk islam di kota itu adalah keturunan Arab dan Turki yang menikah atau (maaf) sebagian besar dari mereka hidup bersama dengan orang tempatan tanpa ikatan pernikahan ... ,
melihat kondisi yang menyedihkan ini jamaah yang dipimpin oleh amir yang bernama Mohammed Jamee Sahib minta izin kepada ulama besar atau Mufti Rumania yang keturunan Turki untuk berdakwah dan iktikaf di berbagai masjid yang tersisa di pelosok negeri ... , sayangnya izin untuk iktikaf tidak didapatkan dari otoritas setempat dengan alasan isue negatif dari ISIS dan sebagai nya sedang berembus kencang di negeri itu ... akan tetapi jamaah tetap boleh berdakwah dengan pengawasan dari aparat tempatan ... ,
alhamdulillah ... , jamaah tidak berputus asa , mereka memutuskan untuk menginap di hotel atau penginapan yang ada yang tidak begitu jauh dari masjid2 yang dikunjungi ... , ada sekitar 70 daerah yang mana banyak orang islam nya , perjalanan di mulai dari wilayah yg bernama Constanta dan sekitar nya , ... disinilah air mata jamaah mulai bercucuran , tak ada lagi hasrat berselfi ria selama khuruj setelah melihat kondisi umat islam disana yg tidak ada yg berpuasa , shalat atau kegiatan keagamaan lainnya ...
mereka hanya merayakan idul fitri dan idul adha sambil lalu saja ... , banyak pria keturunan Arab dan Turkish duduk2 di bar dan pinggir jalan sambil minum bir atau wine ... , bahkan tidak peduli jika saat itu hari jumat di bulan Ramadhan , hanya ada 5 orang tempatan yang melaksanakan shalat jum'at dan itu sudah jumlah terbanyak , yg mana biasanya hanya ada 2 atau 3 orang saja di bulan biasa ... astaghfirullah ,
jamaah kemudian lansung buat ghust menemui umat disana untuk berdakwah , setiap hari mereka menemui tawaan dan hinaan dari orang2 keturunan Arab dan Turkish yang sudah lama menetap disana , bahkan banyak laki2 paruh baya disana yang semestinya menjadi panutan malah dengan mudahnya berkata bahwa apa yang jamaah lakukan adalah perbuatan umat terdahulu dan sudah tidak cocok dengan peradaban saat ini ... , dakwah kalian sudah usang dan ketinggalan zaman , urus saja diri kalian sendiri ... , begitulah kira2 ucapan mereka ...
Imam masjid tak mampu berbuat apa2 dengan kondisi ini , selama puluhan tahun saja dakwah ditinggalkan komunis benar2 mencoba menghapus ajaran Islam , mereka menutup masjid2 , membunuh para ulama , membakar Al Quran , bahkan menyebut satu kalimah Allah saja dipidanakan atau dipenjarakan , dan seperti nya hanya sedikit yg peduli dengan kondisi ini ... , Imam masjid sangat bersyukur Allah masih mengirim hambanya berdakwah ke negeri ini tanpa bayaran sesen pun juga , akhirnya beliau bersedia menemani jamaah sebagai dalil atau penunjuk jalan menemui orang2 tempatan atau imigran Arab dan Turkish yg masih ada hubungan atau kaitan dengan Islam ...
mereka menemui satu orang nenek yg menangis tersedu2 ketika melihat jamaah datang ke rumah nya , ... nenek itu berkata bahwa ia sudah lama berdoa agar Allah mengirimkan keajaibannya dengan mengirim jamaah berdakwah di negeri ini ... , dan akhirnya doa beliau dikabulkan Allah ... , ia pun menyuruh beberapa orang anak cucunya untuk ikut bersama jamaah ... , subhanallah ,
saudara ku begitulah jika dakwah ditinggalkan umat ... , dan ini bukan tidak mungkin terjadi di negeri kita sekalipun ... , kenyataan bahwa Nabi kita memang sudah tiada , tapi kerja dakwah kenabian harus tetap ada ... , kerisauan Nabi atas umat di seluruh alam harus tetap ada ...
InsyaAllah ...
jika bukan kita siapa lagi ...?
Niat amal dan sampaikan
Sunday, July 10, 2016
Saturday, July 2, 2016
Dakwah wa tabligh - Muhasabah Ishlah niat -
Bismillahirrahmanirrahiim...
Diriwayatkan dari Abi Hurairah r.a, beliau berkata, Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya salah seorang yang pertama di hisab di hari kiamat adalah seorang lakilaki yang mati syahid (gugur dalam peperangan); kemudian disebutkan baginya semua kenikmatan-kenikmatan yang diberikan kepadanya, dan dia mebenarkannya. Kemudia Allah Subhanahu wa ta’ala bertanya kepadanya, ‘Apa yang kamu kerjakan dengan nikmat itu?’, lelaki itu menjawab, ‘Aku berperang untuk-Mu hingga aku syahid’; Allah menjawab, “Kamu berdusta, (akan tetapi sesungguhnya) engkau berperang agar orang menyebutmu pemberani, dan (orang – orang) telah menyebutkan demikian itu, kemudian diperintahkan (malaikat) agar dia diseret di atas wajahnya hingga sampai di neraka dan dilemparkan kedalamnya”. Dan (selanjutnya adalah) seorang laki – laki yang mempelajari ilmu dan mengamalkannya serta dia membaca al-Quran, kemudian dia didatangkan, kemudian disebutkan nikmat – nikmat yang diberikan kepadanya dan dia membenarkannya. Kemudian Allah bertanya, ‘Apa yang kamu kerjakan dengan nikmat – nikmat itu?’ lelaki itu menjawab, ‘Aku mencari ilmu dan engamalkannya/mengajarkannya, dan aku membaca al-Quran karena-Mu’. Allah berfirman, “kamu berdusta, (akan tetapi) kamu mencari ilmu itu agar disebut sebagai ‘alim (orang yang berilmu), dan kamu membaca al-Quran agar orang menyebutmu qari’, dan kamu telah disebut demikian itu (alim & qari’)” kemudian diperintahkan (malaikat) kepadanya, agar dia diseret di atas wajahnya hingga sampai di neraka dan di masukkan kedalam neraka” Dan (selanjutnya) seorang laki – laki yang diluaskan (rizkinya) oleh Allah. Dan dikaruniai berbagai harta kekayaan. Kemudian dia dihadapkan, dan disebutkan nikmat – nikmat yang diberikan kepadanya, dan dia membenarkannya. Kemudia Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, “Apa yang kamu kerjakan dengan nikmat – nikmat itu?”, lelaki itu menjawab, “Tidaklah aku meninggalkan jalan yang aku cintai selain aku menginfakkan hartaku untuk-Mu”; Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, “Kamu berdusta, tetapi kamu melakukan itu semua agar orang menyebutmu dermawan, dan kamu telah disebut demikian”. Kemudian diperankkan (malaikat) kepadanya, agar dia diseret di atas wajahnya, hingga sampai dineraka dan dimasukkan kedalam neraka. (HR. Muslim dan begitu juga at-Tirmidzi dan an-Nasai)
niat amal dan sampaikan
Diriwayatkan dari Abi Hurairah r.a, beliau berkata, Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya salah seorang yang pertama di hisab di hari kiamat adalah seorang lakilaki yang mati syahid (gugur dalam peperangan); kemudian disebutkan baginya semua kenikmatan-kenikmatan yang diberikan kepadanya, dan dia mebenarkannya. Kemudia Allah Subhanahu wa ta’ala bertanya kepadanya, ‘Apa yang kamu kerjakan dengan nikmat itu?’, lelaki itu menjawab, ‘Aku berperang untuk-Mu hingga aku syahid’; Allah menjawab, “Kamu berdusta, (akan tetapi sesungguhnya) engkau berperang agar orang menyebutmu pemberani, dan (orang – orang) telah menyebutkan demikian itu, kemudian diperintahkan (malaikat) agar dia diseret di atas wajahnya hingga sampai di neraka dan dilemparkan kedalamnya”. Dan (selanjutnya adalah) seorang laki – laki yang mempelajari ilmu dan mengamalkannya serta dia membaca al-Quran, kemudian dia didatangkan, kemudian disebutkan nikmat – nikmat yang diberikan kepadanya dan dia membenarkannya. Kemudian Allah bertanya, ‘Apa yang kamu kerjakan dengan nikmat – nikmat itu?’ lelaki itu menjawab, ‘Aku mencari ilmu dan engamalkannya/mengajarkannya, dan aku membaca al-Quran karena-Mu’. Allah berfirman, “kamu berdusta, (akan tetapi) kamu mencari ilmu itu agar disebut sebagai ‘alim (orang yang berilmu), dan kamu membaca al-Quran agar orang menyebutmu qari’, dan kamu telah disebut demikian itu (alim & qari’)” kemudian diperintahkan (malaikat) kepadanya, agar dia diseret di atas wajahnya hingga sampai di neraka dan di masukkan kedalam neraka” Dan (selanjutnya) seorang laki – laki yang diluaskan (rizkinya) oleh Allah. Dan dikaruniai berbagai harta kekayaan. Kemudian dia dihadapkan, dan disebutkan nikmat – nikmat yang diberikan kepadanya, dan dia membenarkannya. Kemudia Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, “Apa yang kamu kerjakan dengan nikmat – nikmat itu?”, lelaki itu menjawab, “Tidaklah aku meninggalkan jalan yang aku cintai selain aku menginfakkan hartaku untuk-Mu”; Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, “Kamu berdusta, tetapi kamu melakukan itu semua agar orang menyebutmu dermawan, dan kamu telah disebut demikian”. Kemudian diperankkan (malaikat) kepadanya, agar dia diseret di atas wajahnya, hingga sampai dineraka dan dimasukkan kedalam neraka. (HR. Muslim dan begitu juga at-Tirmidzi dan an-Nasai)
niat amal dan sampaikan
Subscribe to:
Comments (Atom)