Monday, June 13, 2016

Dakwah wa Tabligh - Majlis mengingat-ingat dan membesarkan Allah SWT -

Bismillahirrahmanirrahiim.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., bahwasanya Nabi saw bersabda, sesungguhnya Allah tabaaraka wa ta’ala (Maha Memberkati dan Maha Tinggi) memiliki banyak malaikat yang selalu mengadakan perjalanan yang jumlahnya melebihi malaikat pencatat amal, mereka senantiasa mencari majelis-majelis dzikir. Apabila mereka mendapati satu majelis dzikir, maka mereka akan ikut duduk bersama mereka dan mengelilingi dengan sayap-sayapnya hingga memenuhi jarak antara mereka dengan langit dunia. Apabila para peserta majelis telah berpencar mereka naik menuju ke langit. Beliau melanjutkan: Lalu Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung menanyakan mereka padahal Dia lebih mengetahui daripada mereka: Dari manakah kamu sekalian? Mereka menjawab: Kami datang dari tempat hamba-hamba-Mu di dunia yang sedang mensucikan [Tasbih], mengagungkan [Takbir], membesarkan [Tahlil], memuji [Tahmid] dan memohon kepada Engkau. Allah bertanya lagi: Apa yang mereka mohonkan kepada Aku? Para malaikat itu menjawab: Mereka memohon surga-Mu. Allah bertanya lagi: Apakah mereka sudah pernah melihat surga- Ku? Para malaikat itu menjawab: Belum wahai Tuhan kami. Allah berfirman: Apalagi jika mereka telah melihat surga-Ku? Para malaikat itu berkata lagi: Mereka juga memohon perlindungan kepada-Mu. Allah bertanya: Dari apakah mereka memohon perlindungan-Ku? Para malaikat menjawab: Dari neraka-Mu, wahai Tuhan kami. Allah bertanya: Apakah mereka sudah pernah melihat neraka-Ku? Para malaikat menjawab: Belum. Allah berfirman: Apalagi seandainya mereka pernah melihat neraka-Ku? Para malaikat itu melanjutkan: Dan mereka juga memohon ampunan dari-Mu. Beliau bersabda, kemudian Allah berfirman: Aku sudah mengampuni mereka dan sudah memberikan apa yang mereka minta dan Aku juga telah memberikan perlindungan kepada mereka dari apa yang mereka takutkan. Beliau melanjutkan lagi lalu para malaikat itu berkata: Wahai Tuhan kami! Di antara mereka terdapat si Fulan yaitu seorang yang penuh dosa yang kebetulan lewat lalu duduk ikut berdzikir bersama mereka. Beliau berkata, lalu Allah menjawab: Aku juga telah mengampuninya karena mereka adalah kaum yang tidak akan sengsara orang yang ikut duduk bersama mereka.
 (Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim, begitu juga oleh Imam Bukhari at-Tirmidzi dan an-Nasa’i.)

Niat amal dan sampaikan..

Wednesday, June 1, 2016

Dakwa wa Tabligh - Enam Sifat Dakwah dan Tabligh -

Bismillahirrahmanirrahiim...

Agama bukanlah enam sifat
Sebagian orang telah menyangka bahwa agama hanyalah terbatas kepada enam sifat dakwah dan tabligh, yaitu, Kalimat tauhid, shalat, ilmu dah dzikir, ikramul muslimiin, ikhlas dan meluangkan masa.
Maulana In'amul Hasan menolak pemahaman ini lalu menerangkan maksud dan tujuan enam sifat ini."Maksud usaha kita adalah untuk menghidupkan apa-apa yang telah dibawa oleh Rasulullah S.a.w. Tidaklah bijak bagi mereka yang berkata bahwa kami telah membatasi agama kepada enam sifat. Demikian juga maksud enam sifat ini. Tidak ragu lagi bahwa, sebagian perintah Allah S.W.T mempunyai kedudukan yang lebih tinggi daripada perintah-perintah yang lainnya, tetapi dalam hal mentaatinya, tidak ada suatu perintah pun yang tidak penting.

Pada hari ini orang-orang berani mengatakan ; "Ah!itu hanya sunnah saja...". Seseorang yang arif mengulas kata-kata ini; tidak ragu lagi itu adalah sunnah tetapi nada suara (lahjah) orang-orang yang berkata itu bersifat kafir'.

Hadratji Maulana In'amul Hasan berkata, 'Mudzakarah enam sifat tidak bermaksud untuk melahirkan ahli-ahli pidato atau ahli-ahli targhib, tetapi melalui usaha ini sangat diperlukan enam sifat agar dapat membentuk keimanan kepada Allah S.W.T dan mencapai manfaatnya.
Maksud enam sifat ini adalah untuk membentuk usaha Agama agar dapat mengamalkan agama yang sempurna. Hasil dari usaha tersebut, adalah iman yang akan meningkat, maka meningkat juga usaha untuk mentaati hukum-hukum Allah S.W.T.


Niat amal dan sampaikan

Cibubur 02-06-2016