Bismillahirrahmanirrahiim...
Hadratji Maulana Ilyas rah.a berkata , " ada satu hadist masyur (sering sekali didengar) yang diriwayatkan oleh Abu Said Khudri r.a : Rasulullah SAW bersabda : " Barang siapa diantara kalian melihat kemungkaran, maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika tidak mampu, maka dengan hatinya."
Kalimat terakhir; 'dengan hatinya' dapat juga diartikan dengan kedudukan, atau bermakna ; bahwa pemilik hati hendaknya menggunakan kekuatan hatinya, denga penuh konsentrasi dan perhatian melaksanakan tugas menghapus kemungkaran.
Kemudian beliau berkata, " Imam Abdul Wahab Sya'rani rah.a telah menulis suatu cara untuk mendapatkan kedudukan 'Qutub' (suatu derajat dalam tingkat kerohanian). Dimana hasilnya adalah menggambarkan semua kebaikan yang telah hilang dan lenyap dimuka bumi Allah Ta'ala ini, lalu merasa sedih didalam hati atas hilangnya kebaikan itu dan berdo'a kepada Allah Ta'ala dengan penuh kerendahan hati agar semua kebaikan itu dapat hidup kembali dan juga menggunakan kekuatan rohaninya untuk menghidupkan kembali kebaikan itu.
Demikian pula, ketika kemaksiatan sudah merajalela dimana-mana, maka ia hatinya patut merisaukan da merasa dihatinya suatu kepedihan dan kerisauan yang dalam, lalu dengan penuh kerendahan ia berdo'a kepada Allah Ta'ala, agar Dia menghapus segala kemaksiatan, juga segala perhatian dan ketawajjuhannya (konsentrasi), ia gunakan untuk menghapus kemaksiatan tersebut. Imam Abdul Wahab Sya'rani rah.a menulis, "Barangsiapa melakukannya, Insya Allah ia akan mencapai derajat Qutub zaman.
Niat amal dan sampaikan.. tetaplah melakukan kebaikan2 walaupun hanya mampu kita lakukan dengan hati kita... yaitu dengan fokus berdo'a dan memohon kepada Allah Ta'ala agar diberikan berkah dibumi dengan diangkatnya kemaksiatan dan kedzaliman dimuka bumi ini... Aamiin..
Sunday, December 6, 2015
Friday, December 4, 2015
Dakwah wa Tabligh - SETETES MADU DI ATAS TANAH -
Bismillahirrahmanirrahiim...
" SETETES MADU DI ATAS TANAH "
Datanglah seekor semut kecil, perlahan-lahan dicicipinya madu tersebut.
Hmmm... manis. Lalu dia beranjak hendak pergi. Namun rasa manis madu sudah terlanjur memikat hatinya. Dia pun kembali untuk mencicipi lagi, sedikit saja. Setelah itu barulah dia akan pergi. Namun, ternyata dia merasa tidak puas hanya mencicipi madu dari pinggir tetesannya.Dia pikir,kenapa tidak sekalian saja masuk dan menceburkan diri agar bisa menikmati manisnya,lagi dan lagi.
Maka masuklah sang semut, tepat di tengah tetesan madu. Ternyata? Badan mungilnya malah tenggelam penuh madu, kakinya lengket dengan tanah.Dan... Tentu saja tak bisa bergerak. Malang nian, dia terus seperti itu hingga akhir hayatnya. Mati dalam kubangan setetes madu.
Demikianlah analogi sederhana tentang dunia dan pecinta dunia, sebagaimana diperumpamakan dalam sebuah pepatah Arab :
ﻣﺎ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺇﻻ ﻗﻄﺮﺓ ﻋﺴﻞ ﻛﺒﻴﺮﺓ
ﻓﻤﻦ ﺍﻛﺘﻔﻰ ﺑﺎﺭﺗﺸﺎﻑ ﺍﻟﻘﻠﻴﻞ ﻣﻦ
ﻋﺴﻠﻬﺎ ﻧﺠﺎ
ﻭﻣﻦ ﻏﺮﻕ ﻓﻲ ﺑﺤﺮ ﻋﺴﻠﻬﺎ
"Hakikat apa-apa dari kenikmatan dunia melainkan bagai setetes besar dari madu.Maka siapa Yang hanya mencicipinya sedikit, ia akan selamat.Namun siapa Yang menceburkan diri ke dalamnya, ia akan binasa."
Semoga bermanfaat & semoga kita selalu mendapatkan taufiq dari Allah Ta'ala.
" SETETES MADU DI ATAS TANAH "
Datanglah seekor semut kecil, perlahan-lahan dicicipinya madu tersebut.
Hmmm... manis. Lalu dia beranjak hendak pergi. Namun rasa manis madu sudah terlanjur memikat hatinya. Dia pun kembali untuk mencicipi lagi, sedikit saja. Setelah itu barulah dia akan pergi. Namun, ternyata dia merasa tidak puas hanya mencicipi madu dari pinggir tetesannya.Dia pikir,kenapa tidak sekalian saja masuk dan menceburkan diri agar bisa menikmati manisnya,lagi dan lagi.
Maka masuklah sang semut, tepat di tengah tetesan madu. Ternyata? Badan mungilnya malah tenggelam penuh madu, kakinya lengket dengan tanah.Dan... Tentu saja tak bisa bergerak. Malang nian, dia terus seperti itu hingga akhir hayatnya. Mati dalam kubangan setetes madu.
Demikianlah analogi sederhana tentang dunia dan pecinta dunia, sebagaimana diperumpamakan dalam sebuah pepatah Arab :
ﻣﺎ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺇﻻ ﻗﻄﺮﺓ ﻋﺴﻞ ﻛﺒﻴﺮﺓ
ﻓﻤﻦ ﺍﻛﺘﻔﻰ ﺑﺎﺭﺗﺸﺎﻑ ﺍﻟﻘﻠﻴﻞ ﻣﻦ
ﻋﺴﻠﻬﺎ ﻧﺠﺎ
ﻭﻣﻦ ﻏﺮﻕ ﻓﻲ ﺑﺤﺮ ﻋﺴﻠﻬﺎ
"Hakikat apa-apa dari kenikmatan dunia melainkan bagai setetes besar dari madu.Maka siapa Yang hanya mencicipinya sedikit, ia akan selamat.Namun siapa Yang menceburkan diri ke dalamnya, ia akan binasa."
Semoga bermanfaat & semoga kita selalu mendapatkan taufiq dari Allah Ta'ala.
Subscribe to:
Comments (Atom)